Kecaman
kepada Israel karena memborbardir pemukiman sipil di Gaza, Palestina memantik
reaksi banyak pihak. Termasuk kalangan mahasiswa dari tanah air.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)Surabaya bahkan
mendesak pemerintah mengirim pasukan perdamaian untuk membebaskan rakyat
Palestina dari kekejaman militer Israel.
Aris, juru bicara PMII Surabaya pada Minggu 13 Juli 2014, menyebut Palestina adalah negara sahabat. Mereka ikut membantu Indonesia saat berjuang untuk mendapat pengakuan kemerdekaan dari dunia internasional.
"Umat muslim termasuk di Indonesia harus terpanggil.
Agresi militer Israel ini sangat biadab, ini mencoreng umat Islam, justru
dilakukan di bulan suci Ramadan, tidak ada alasan untuk tidak ikut
membantu," kata Aris.
Menurut dia, pemerintah RI harus berani mendesak Perserikatan
Bangsa-Bangsa untuk mengeluarkan resolusi bahwa zionis Israel adalah musuh
bersama yang merusak perdamaian di dunia.
"Kalau perlu Indonesia kirim pasukan untuk membantu
rakyat Palestina membalas agresi dan kebiadaban Israel," tegasnya.
Wajib hukumnya, Aris melanjutkan, seluruh umat muslim di
dunia membantu rakyat Palestina lepas dari kebiadaban zionis Israel. Misalnya
dengan cara menghukum Israel.
"Yang paling mudah adalah boikot, jangan beli barang-barang
produk Israel dan negara sekutunya," ujar dia.
Tak hanya meminta untuk memboikot produk Israel, mereka juga
menggelar sholat gaib di Monumen Gubernur Suryo Surabaya.
"Ya Allah turunkanlah para malaikat-Mu untuk membantu
rakyat Palestina dari kebiadaban Zionis Israel sekaligus membantu menghancurkan
kaum laknatullah," begitu doa yang mereka ucapkan untuk warga Palestina.







No comments:
Post a Comment